Stasiun Lahat adalah salah satu stasiun aktif yang terletak di Pulau Sumatera. Stasiun ini menerima kereta antarkota dan kereta barang. Berikut beberapa informasi menarik yang penting untuk diketahui.
Informasi Menarik Stasiun Lahat Yang Penting Diketahui

-
Sejarah
Stasiun ini dibuka pada tahun 1924. Termasuk dalam golongan stasiun kelas I, stasiun ini melayani kereta antarkota sebagai salah satu perhentiannya.
Stasiun yang berada 112m di atas permukaan laut ini berada di bawah operasional KAI Divisi Regional III Palembang. Stasiun ini terletak di Pasar Baru, Lahat, Sumatera Selatan, dan merupakan stasiun terbesar di Kabupaten Lahat.
Pada 21 April 1924, Staats Spoorwegen yang merupakan perusahaan kereta api masa penjajahan Belanda, membangun jalur kereta Muara Enim hingga Lahat. Di tahun 1931, dibangun WERKPLAATS di Lahat yang merupakan bengkel kereta pada masa itu.
Bengkel itulah yang kini bertransformasi sebagai Balai Yasa Lahat, tempat perbaikan dan perawatan kereta beserta lokomotifnya.
Balai Yasa Stasiun Lahat berada di bawah operasional dua divisi regional sekaligus yakni Divisi Regional III Palembang dan Divisi Regional IV Tanjung Karang.
Balai Yasa Lahat memiliki keunikan yakni menyalakan sirine peninggalan Belanda pada jam 7 pagi dan jam 5 sore sebagai tanda bermula/berakhirnya kerja. Karena berada dalam satu kompleks, aktivitas tersebut dapat didengar di Stasiun Lahat.
-
Fasilitas dan Teknis
Stasiun ini memiliki 10 jalur kereta dengan jalur 2 untuk sepur lurus. Stasiun ini memiliki kode LT dan kode nomor 6200.
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini di antaranya pusat informasi, musala, toilet, ruang laktasi, dan pos kesehatan. Tersedia pula ruang tunggu, loket pemesanan tiket, dan mesin self check in counter.
Stasiun ini dilintasi oleh kereta Sindang Marga dan Serelo yang menyambungkan koridor Palembang Kertapati-Lubuklinggau. Kedua kereta ini awalnya bergabung dalam satu kereta Bukit Sulap, namun seiring berjalannya waktu dipisah menjadi dua kereta.
Kereta lain yang melintasi stasiun ini adalah kereta barang yakni angkutan ketel Pertamina dari dan menuju Palembang.
Kereta Pelintas
-
Serelo
Kereta kelas ekonomi ini awalnya adalah kereta kelas campuran bernama Bukit Sulap. Kereta ini menghubungkan koridor Stasiun Palembang Kertapati-Lubuklinggau.
Seiring berjalannya waktu, Bukit Sulat distop beroperasi, digantikan dengan Serelo dan Sindang Marga yang khusus melayani kelas eksekutif-bisnis. Waktu keberangkatan keduanya pun dibedakan. Serelo di waktu siang, Sindang Marga di waktu malam.
Kereta ini disebut juga Kereta Bukit Serelo. Nama tersebut diambil dari nama salah satu perbukitan di Lahat, Sumatera Selatan, yaitu Bukit Serelo. Kereta ini beroperasi satu kali dalam sehari pulang pergi. Jarak yang ditempuh sejauh 306km dan membutuhkan waktu 7jam untuk sampai di stasiun tujuan akhir.
Keberangkatan pagi Serelo di Kertapati dimulai pukul 09.00 dan tiba di tujuan akhir pukul 15.55. Keberangkatan dari Lubuklinggau pada pukul 10.15 dan tiba pukul 17.00. Harga tiketnya sendiri dibanderol sebesar Rp32.000.
-
Sindang Marga
Kereta kelas eksekutif-bisnis ini bermula dari Kereta Bukit Sulap yang kemudian dihentikan, diganti dengan Serelo dan Sindang Marga. Menghubungkan koridor stasiun yang sama yakni Palembang Kertapati-Lubuklinggau, Sindang Marga beroperasi di malam hari sementara Serelo di siang hari.
Kereta ini menempuh waktu perjalanan selama 6,5jam dengan frekuensi perjalanan satu kali pulang pergi dalam sehari.
Jadwal keberangkatan dari Lubuklinggau dimulai pada pukul 19.45 dan tiba di Kertapati pukul 02.44. Dari arah sebaliknya, berangkat pada pukul 20.25 dan tiba pukul 03.10.
Harga tiket kereta api Sindang Marga dibanderol sebesar Rp150.000-Rp170.000 untuk kelas bisnis. Sementara untuk kelas eksekutif pada range harga Rp185.000-Rp230.000
Stasiun Lahat memiliki salah satu bengkel kereta tertua yakni Balai Yasa Lahat. Dalam operasionalnya, balai yasa ini dikelola oleh dua KAI DAOP.