Kurikulum sebagai sisi paling penting dalam sebuah proses pengajaran. Karena, untuk mempermudah pengajar pada proses pengutaraan materi, tergantung pada kualitas kurikulumnya. Kenyataannya, ada international school Indonesia yang adopsi kurikulum internasional seperti BINUS SCHOOL Semarang. Baca ulasannya berikut ini.

1. Kurikulum Montessori
Kurikulum ini mengadopsi teori perubahan anak oleh Dr. Maria Montessori. Beliau sebagai pendidik dari Italia di akhir era ke-19 dan awalnya era ke-20. Selanjutnya, sistem ini diaplikasikan di tingkat pengajaran pra-sekolah dan sekolah dasar. Bahkan juga, sudah diterapkan sampai tingkat pengajaran menengah.
Kurikulum yang diaplikasikan di international school Indonesia ini mempunyai ciri-ciri yakni mengutamakan pada kegiatan pengarahan diri pada peserta didik. Disamping itu, penilaian medis dilaksanakan oleh pengajar.
2. Cambridge International
Kurikulum Cambridge datang dari Inggris yang memperoleh supervisi langsung dari Kampus Cambridge. Pada mekanisme ini, anak dilatih untuk mempunyai daya analisis dan krisis. Disamping itu, ditambahkan juga dengan penekanan pada kekuatan public speaking. Hingga, anak terlatih untuk bicara di muka khalayak.
Ada empat konsentrasi khusus pada kurikulum ini. Dua salah satunya yakni evaluasi bahasa Inggris untuk anak dan langkah pandang internasional. Disamping itu memberi peluang pada peserta didik untuk meneruskan ke kampus terbaik dan memakai langkah edukasi dengan mekanisme kekinian dan canggih.
3. International Baccalaureate (IB)
Dalam mengaplikasikan mekanisme IB, sekolah penting untuk memperoleh ijin dengan cara resmi dari organisasi IB. Istilah IB sendiri dapat mengarah pada ke-4 tingkat pengajaran, beberapa alumni, diploma dan sertifikat atau organisasi dari perancang program mekanisme IB.
Walau kantor pusat berada di Jenewa, Swiss, tetapi kantor pusat ada untuk Penilaian ada di Cardiff, Wales. Dalam pada itu, di tahun 2011, pusat kurikulum berpindah ke Den Haag, Belanda. Untuk organisasi IB terdiri jadi tiga tempat regional, yaitu IB Eropa, Timur tengah, dan Afrika.
IBAEM terpusat di Den Haag Belanda, dalam pada itu IB Amerika atau IBA ada di Bethesda, Maryland, US. Dalam pada itu, untuk IBAP berada di Singapura. Pada masing-masing regional, ada federasi bikinan IB yang mengepalai.
4. International Primary Curriculum (IPC)
International school Indonesia seterusnya yakni IPC. Kurikulum ini sudah diaplikasikan di beberapa sekolah dengan standard internasional di Indonesia. Mekanisme pengajaran ini mengaplikasikan student centered. Dengan begitu, buah kesayangan sanggup mempunyai pembangunan individu dan watak yang bagus, bukan hanya mengutamakan pada hal akademik dan hafalan.
5. Singaporean Primary School Curriculum (SPC)
Dari namanya, terang jika kurikulum ini dibawa dari Singapura. Tingkat pengajaran yang mengadopsi SPC terbagi dalam pengajaran umur dini, tingkat pengajaran dasar, dan menengah. Di tingkat pengajaran umur dini mempunyai arah memberi fondasi peserta didik untuk menolong mereka memperoleh ketrampilan, pengetahuan, dan enam karakter di sektor evaluasi baik pada sektor tehnologi atau bahasa Mandarin.
Di tingkat sekolah dasar, mempunyai konsentrasi dengan 3 domain proses belajar. Domain itu salah satunya ketrampilan pengetahuan dan hidup. Disamping itu, ada evaluasi dengan pangkalan mata pelajaran. Ini untuk pastikan peserta didik memperoleh pengetahuan dan nilai sebagai perbekalan hadapi rintangan di era ke-21.
Pada tingkat lanjut, peserta didik berumur dari 13 sampai 16 tahun. Program dari sekolah menengah dibuat dengan dasar pada tahun awalnya dari sekolah dasar. Dengan begitu, peserta didik sanggup pilih kemauan dan ketertarikan masing-masing pada mata pelajaran.