Properti Tari Piring

Properti Tari Piring

Dalam melaksanakan pementasan tari piring berasal dari Minangkabau ini di butuhkan sejumlah properti yang berguna untuk menambahkan keestetikan penampilannya. Bahkan, beberapa properti juga menjadi identitas dari suatu kesenian tari yang akan membedakannya dengan tari tradisional lainnya. Untuk itu, beberapa macam properti yang digunakan dalam pementasan tari piring adalah sebagai berikut.

Properti yang satu ini merupakan properti yang wajib harus ada didalam setiap menampilkan tarian piring yang mana hal tersebut sesuai dengan nama tariannya. Dahulu, piring yang dipergunakan adalah piring porselen yang langsung di datangkan dari negeri tirai bambu atau negeri Cina.

Hal ini karena piring yang berasal dari negeri Cina dikenal memiliki nilai pola kesenian yang sangat tinggi. Namun, untuk saat ini piring yang di pakai menggunakan piring porselen atau keramik biasa yang tidak harus berasal dari Cina secara langsung.

Pakaian atau Busana yang di gunakan dalam tari piring ini adalah pakaian tradisional khas Sumatra Barat. Jenisnya juga berbeda antara penari pria dengan penari wanita. Walaupun berbeda, akan tetapi tetap seragam, sehingga tetap terlihat serasi dan juga kompak antara satu dengan lain. Jumlah penari umumnya berjumlah ganjil, mulai dari tiga orang hingga tujuh orang. Para penari biasanya menggunakan pakaian dengan warna cerah bernuansa warna merah dan kuning keemasan serta tutup kepala.

Busana Untuk Penari Pria

Busana yang digunakan penari pria disebut rang mudo. Model busana ini memiliki lengan panjang yang dihiasi dengan renda emas. Lalu celana yang digunakan berukuran besar dengan bagian tengahnya memiliki warna yang sama dengan atasan. Hiasan yang digunakan adalah sisampek dan cawek pinggang. Hiasan ini berupa kain songket yang dipakai dengan dililitkan di pinggang penari dan panjangnya mencapai lutut. Pada ujung kain diberi hiasan berupa rumbai-rumbai. Untuk penutup kepala, penari pria mengenakan kain songket yang disebut destar. Kain ini dibentuk segitiga lalu diikatkan di kepala penari.

 
Pada saat para penari melakukan aksinya di atas panggung, piring-piring yang dipegang oleh para penari tidak boleh jatuh. Mereka harus dapat menjaga keseimbangan antara gerakan, kecepatan, dan posisi piring dengan selaras supaya tidak terjatuh. Dalam babak akhir tarian, para penari akan melakukan aksi melempar piring tersebut ke lantai hingga piring menjadi pecah berkeping-keping kemudian para penari akan menari di atasn