
Waxing ketiak mungkin dianggap sebagai metode perawatan tubuh yang menyakitkan karena prosesnya bisa menghilangkan bulu-bulu yang tumbuh di kulit ketiak. Oleh karena itu, wajar saja jika metode mencukur lebih disukai, karena dapat menghilangkan bulu-bulu di tubuh tanpa rasa sakit. Tapi sebenarnya waxing memberikan manfaat yang lebih dari bercukur.
Bulu ketiak sebenarnya berfungsi mengurangi gesekan dengan kulit saat seseorang melakukan aktivitas tertentu, seperti berlari dan berjalan. Hal ini membuat ketiak tidak mudah teriritasi.
Namun, ketiak termasuk area tubuh yang sering lembap karena banyak mengeluarkan keringat. Kehadiran bulu ketiak justru menyebabkan keringat terperangkap serta bakteri mudah berkembang biak, sehingga memicu bau badan.
Apa Saja Manfaat Waxing Ketiak?
1. Ada proses pengelupasan kulit saat waxing, sehingga kulit bebas dari sel kulit mati
Manfaat waxing ketiak secara rutin sekaligus dapat mengangkat sel kulit mati. Proses waxing memiliki efek pengelupasan pada kulit. Dengan kata lain, waxing juga dapat mengelupas bagian kulit tertentu.
Sel-sel kulit mati yang bisa membuat kulit tampak hitam, terutama di ketiak, akan terangkat bersamaan dengan bulu-bulu yang tercabut akibat proses waxing. Jadi, kulit Anda yang melalui proses waxing juga cenderung lebih halus dan lembut.
2. Bulu yang Tumbuh Lebih Lambat
Waxing mencabut bulu ketiak dari akarnya. Jadi, waktu yang dibutuhkan buku ketiak untuk tumbuh kembali lebih lambat daripada mencukur. Hasilnya, kulit akan lebih halus lebih lama.
3. Mengatasi Kulit Kusam
Selain membuatnya lebih halus, mengangkat sel kulit mati dengan waxing juga bisa mengatasi masalah kulit kusam. Selain itu, waxing efektif untuk mencegah rambut tumbuh ke dalam. Bulu yang tumbuh ke dalam dapat menyebabkan benjolan kecil dan peradangan pada kulit.
4. Mengubah Tekstur Bulu Ketiak
Manfaat lain dari waxing ketiak adalah mengubah tekstur rambut menjadi tekstur yang lebih halus saat tumbuh kembali. Hal ini terjadi karena kerusakan pada folikel bulu yang terjadi selama waxing.
Sementara itu, meski awalnya terasa sakit, jika waxing dilakukan secara rutin, rasa sakitnya akan berkurang. Kondisi ini terjadi karena rambut tidak setebal sebelumnya, dan ketika tumbuh menjadi lebih halus sehingga lebih mudah untuk dicabut.
5. Tidak meninggalkan ruam di kulit, prosesnya cenderung cepat dan nyaman
Manfaat waxing secara rutin tidak meninggalkan ruam atau bekas luka di kulit. Meski terlihat menyakitkan dan menyakitkan, proses waxing yang ideal sebenarnya cenderung aman dan nyaman. Terlebih lagi, waxing tidak akan meninggalkan ruam pada kulit karena prosesnya yang cepat. Jadi, pastikan untuk tetap rileks dan tidak terlalu takut atau tegang saat waxing.
Cara Waxing Bulu Ketiak
Waxing dapat dilakukan dengan cara mengoleskan cairan lilin pada ketiak lalu menempelkan kain di atas lilin tersebut. Setelah itu, kain ditarik dengan cepat hingga bulu ketiak tercabut sampai ke akarnya.
Metode ini dapat dilakukan setiap 3–6 minggu atau saat panjang ketiak mencapai sekitar 0,5 cm. Jika terlalu pendek, cairan lilin yang digunakan tidak bisa menempel pada bulu ketiak, sedangkan bulu ketiak yang terlalu panjang juga akan sulit ditarik.
Meski dapat menghilangkan bulu ketiak, waxing beresiko menyebabkan ruam, iritasi, dan peradangan pada akar rambut pada beberapa orang tertentu. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui cara melakukan waxing yang tepat, seperti tidak menggunakan krim retinoid sebelumnya atau kain ke arah yang berlawanan dengan menarik pertumbuhan rambut.