Apakah Aman Belanja Lewat Facebook Marketplace?

Belanja online kini merambah pada sosial media. Misalnya di Facebook tersedia Marketplace. Selain itu, muncul juga belanja lewat TikTok sehingga hal ini memudahkan pengguna media sosial untuk langsung melakukan transaksi tanpa perlu membuka aplikasi atau situs marketplace.

Cara ini memang sudah sejak lama hadir, namun hanya berbeda platformnya saja. Kelemahannya belanja lewat medsos tidak tersedia multi payment seperti lewat marketplace. Misalnya jika kamu belajar lewat JD.ID, ada beberapa pembayaran JD.ID paylater yang bisa digunakan.

Pastikan Profil Jelas

Salah satu resiko bertransaksi di media sosial adalah akun yang digunakan merupakan akun palsu. Pasalnya di Instagram saja ada beberapa modus yang dilakukan. Malahan selalu berulang dilakukan dengan berganti-ganti nama akun.

Modusnya akun jualan punya banyak followers menawarkan harga barang yang jauh berada di bawah pasaran. Bahkan bisa lebih murah setengahnya dari harga normal. Selain itu, akun-akun penipu ini terkadang merespon dengan cepat dan selalu mengiyakan pembeli. Jika ditanya barang A ada ukuran sekian, pasti selalu ada stock.

Ciri lainnya adalah fitur komentar tidak dibuka atau dibatasi sehingga jika dilihat dari likes memang cukup banyak tapi minim komentar. Jika sudah ada indikasi tersebut sebaiknya hindari bertransaksi dengan akun-akun yang diduga kuat akan melakukan penipuan.

Hindari Transfer Langsung

Kesalahan lain yang banyak dilakukan pembeli adalah terlalu percaya pada orang lain karena faktor harga yang jauh lebih rendah dibawah harga pasaran. Saking ngebetnya sampai tidak berpikir jernih lagi tentang keamanan bertransaksi secara daring.

Baiknya jika kamu memang belum punya pengalaman dengan salah satu akun baik itu di Facebook Marketplace, Instagram maupun TikTok, hindari melakukan transfer langsung. Beberapa akun olshop yang profesional umumnya punya beberapa akun di Shopee dan Tokopedia. Nah, untuk merek-merek besar seperti Xiaomi, Apple hingga Samsung biasanya punya banyak akun marketplace di Tokopedia, Shopee, Blibli hingga JD.ID.

Kesempatan itulah yang bisa dimanfaatkan dengan bertransaksi lewat pembayaran JD.ID paylater dengan menggunakan layanan dari Kredivo.

Bunga pinjaman Kredivo paling rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, hanya 2,6% saja per bulan. Untuk pinjaman tunai akan dikenai biaya admin sebesar 6% yang dipotong dari total pinjaman di muka.

Untuk member premium memiliki kesempatan mendapatkan limit hingga Rp30 juta. Setengahnya bisa digunakan untuk pinjaman tunai. Namun, untuk belanja dengan metode cicilan ada opsi tenor 3 bulan tanpa bunga. Cukup bayar biaya adminnya saja sebesar 3% dari total harga belanjaan. Kini kamu juga bisa belanja langsung di aplikasi Kredivo.

Mintalah untuk COD Langsung

Jika bertransaksi terkait dengan motor atau mobil, mintalah bertemu langsung sehingga kamu bisa melakukan pengecekan kendaraan yang akan dibeli secara menyeluruh. Untuk barang-barang tertentu baiknya minta dialihkan pembayarannya lewat marketplace agar lebih aman.

COD adalah salah satu cara untuk mengurangi penipuan. Namun, konsepnya bukan bertemu dengan kurir melainkan pembeli dan penjual bertemu langsung secara tatap muka. Sementara jika COD dengan kurir, masih bisa dijadikan sebagai celah untuk melakukan penipuan.

Minta Transaksi di Marketplace

Sistem keamanan transaksi di media sosial memang masih belum secanggih di marketplace. Tapi ada juga yang sudah bisa menghubungkan atau mengintegrasikannya dengan akun paylater seperti OVO dan Gopaylater.

Agar lebih aman, saat ini lebih baik mintalah untuk tetap bertransaksi lewat marketplace sehingga sistem pembayaran lebih beragam. Bisa melakukan bank transfer, kredit, paylater, hingga bayar offline di mini market. Fitur yang masih bisa diandalkan di marketplace adalah dana akan tetap ditahan oleh pihak marketplace jika belum ada konfirmasi penerimaan barang dari pembeli. Jika pembeli sudah menerima barang dan melakukan konfirmasi, barulah dana akan dipindahkan ke akun penjual sehingga cara ini dirasa cara yang paling aman dalam bertransaksi secara daring.