
Sholat Dhuha merupakan salah satu jenis shalat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW. Meski hukumnya sunnah, namun shalat Dhuha ini memiliki berbagai keutamaan yang sangat luar biasa lho.
Sholat Dhuha itu sendiri dilaksanakan ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (sekitar jam 7 pagi) hingga menjelang waktu sholat Dzuhur (sekitar jam 11 siang). Adapun rakaatnnya yang dilakukan minimal 2 rakaat, sedangkan maksimalnya tidak terbatas.
Sebenarnya tidak anjuran bagi setiap Muslim untuk membaca doa niat sholat Dhuha. Kendati demikian, tak ada salahnya juga untuk melafalkan bacaan niat tersebut sebelum menunaikan sholat Dhuha.
Lantas, seperti apakah bacaan niat untuk sholat Dhuha? Nah, biar lebih jelasnya lagi mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
Bacaan Niat Sholat Dhuha dan Artinya
Dalam pandangan madzhab Syafi’i dan Hambali, melafalkan niat sholat Dhuha sebelum melakukan gerakan takbirotul ihram itu hukumnya sunnah. Pasalnya, fungsi dari pengucapan niat sholat Dhuha tersebut bertujuan untuk memantapkan hati agar sholatnya lebih khusyu.
Lain halnya dengan pandangan madzhab Maliki dan Hanafi, yang mana pengucapan niat sholat Dhuha sebelum takbirotul ihram itu tidak disyariatkan, kecuali bagi mereka yang merasa ragu dengan niatnya.
Kendati demikian, kedua madzhab tersebut telah sepakat agar pengucapan niat sholat Dhuha dilafalkan di dalam hati saja.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena pengucapan niat sholat Dhuha tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Adapun mengenai bacaan niat sholat Dhuha beserta artinya seperti berikut:
Usholli sunnatadh rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”.
Waktu yang Tepat Untuk Menunaikan Sholat Dhuha
Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi bahwa waktu pelaksanaan sholat Dhuha dilakukan sejak matahari terbit hinga menjelang masuk waktu sholat Dzuhur. Jadi, pelaksanaan sholat Dhuha itu dibagi kedalam dua waktu seperti di bawah ini:
1. Waktu Awal Pelaksanaan Sholat Dhuha
Beberapa ulama berpendapat bahwa awal waktu pelaksanaan sholat Dhuha itu dimulai sejak 20 menit setelah matahari terbut. Hal itu seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits riwayat ‘Amr bin ‘Abasah yang artinya:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkan sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah matahari).” (HR. Muslim).
2. Waktu Akhir Pelaksanaan Sholat Dhuha
Sedangkan waktu akhir pelaksanaan sholat Dhuha dilaksanakan pada 15 menit sebelum memasuki waktu sholat Dzuhur.
Kendati demikian, waktu yang paling utama dalam menunaikan sholat Dhuha itu adalah di seperempat siang (kondisi matahari sedang panas-panasnya. Hal ini dilandaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.
Zaid bnin Arqam ketika itu melihat orang Muslim menunaikan sholat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata: “Tidaklah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sholat orang-orang awwabin (taat dan kembali kepada Allah SWT) adalah ketika anak unta mulai kepanasan.” (HR. Muslim).
Demikianlah ulasan singkat mengenai bacaan niat sholat Dhuha beserta artinya, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan penambah wawasan.
Dibaca atau tidaknya lafaz niat sholat Dhuha tersebut, tetap saja sholatnya sah.