Bagaimana Memilih Speaker?

Pada tulisan sebelumnya, kita sudah bahas bagaimana menentukan head unit untuk kendaraan beroda empat. Nah pada goresan pena ini kita akan membahas bagaimana kita menentukan loudspeaker yang baik. Tidak seperti pemilihan head unit yang hanya berlaku buat kendaraan beroda empat, pemilihan speaker sifatnya general – berlaku baik buat pemakaian pada tempat tinggalmaupun pada kendaraan, bahkan pada studio rekaman sekalipun.

Sebelumnya saya harus beritahukan ini terlebih dahulu:

Pemilihan speaker yang baik membutuhkan pengertian & kemampuan membaca spesifikasi teknis dan mengartikannya (membayangkannya) sebagai bunyi yang tepat. Kita nir mungkin menilai speaker hanya menggunakan mendengarkan pada satu sistem saja. Mengapa demikian? Lantaran audio adalah misalnya sebuah mata rantai. Semua komponen berpengaruh. Speaker yg terdengar rupawan pada demo toko favorit Anda bisa jadi bersuara tidak baik begitu dipasang pada tempat tinggalyg memakai komponen lain yg tidak sama. Infact hal ini berlaku pada pemilihan seluruh komponen audio.

Jadi kita tidak perlu pribadi percaya bila ada yang menjelaskan speaker X bersuara warm, speaker Y bersuara tajam dan sebagainya, apabila ke 2 speaker X & Y itu dicoba pada sistem yang tidak sinkron – bahkan jika dicoba dengan jenis sistem yang sama tetapi dalam ruangan yang tidak sinkron!

Penilaian karakter speaker hanya bisa dilakukan pada sistem yang sama (A/B test), ruangan yang sama, & dengan tuning sebaik mungkin buat speaker tersebut.

So again, supaya nir tersesat maka pemahaman akan spesifikasi teknis sebagai penting.

Masih ngikutin kan? Saya jamin nir akan sulit tahu spesifikasi teknis.Yuk, yuk kita mulai…

A. Ukuran fisik speaker

Ah, hal ini tentu mudah dimengerti kan :)Kita wajibmencari speaker sinkron menggunakan berukuran yg kita butuhkan. Misalnya apabila kita ingin memberli speaker untuk dikamar dengan ruangan terbatas, maka kita akan mencari speaker berukuran bookshelf. Tetapi apabila kita ingin membeli speaker untuk ruang home theatre yg akbar maka floorstanding bisa jadi pilihan.

Begitu jua halnya menggunakan di mobil. apabila kita ingin membeli speaker set contohnya, pastikan berukuran setiap speakernya cocok buat dipasang pada mobil kita. Anda nir ingin menggunakan speaker akbar yang menghalangi pandangan kaca depan Anda bukan?Sebagai acuan, kebanyakan speaker midbass (woofer) untuk mobil baku ukuran lima-6″. Midrange adalah 3-4″ ad interim tweeter 1″.

Saat membeli speaker ingat untuk memperhitungkan kedalaman speaker tersebut, jadi jangan hanya melihat berukuran berdasarkan depan saja (5″, 6″, 10″ dsb), akan tetapi perhitungkan juga kedalamannya. Hal ini sangat krusial buat midbass dan midrange pada kendaraan beroda empat. Jangan hingga Anda membeli speaker yg terlalu dalam sehingga kaca mobil Anda jadi nir mampu ditutup karena tersangkut sang speaker tersebut.

Sebenarnya ini topik yg panjang, saya jelaskan singkat saja ya?Untuk home audio/home theatre:1. Speaker depan stereo (1 pasang) -> ukuran bookshelf atau floorstander.dua. Speaker center (bila home theatre) -> cari speaker khusus buat center, umumnya pada bentuk d’appolito.3. Speaker surround (home theatre) -> cari speaker spesifik surround, umumnya dalam konfigurasi dipole4. Subwoofer -> buat memainkan nada2 rendah & menggetarkan sofa Anda 🙂

Untuk car audio masih ada dua bagian akbar pilihan: coaxial atau component/split. Sebenarnya terminologi coaxial disini kurang sempurna jua – hanya saja term itu yg tak jarang digunakan di toko, jadi yah kita ikuti saja :)1. Speaker depan stereodua. Speaker belakang stereo atau surround apabila car theatre3. Subwoofer4. Speaker center (bila car theatre) Apakah speaker split selalu lebih baik daripada coaxial? Tidak juga.Jadi jangan terpaku bahwa split selalu lebih baik. Baca spesifikasinya, pahami & Anda akan menyadari bahwa beberapa speaker menggunakan konfigurasi coaxial ternyata lebih baik daripada speaker split yang poly terdapat pada pasaran 🙂

OK, kinikita masuk ke spesifikasi yang lebih teknis…

Saya tidak akan membahas terlalu dalam tentang impendansi disini. Intinya dalam pemilihan speaker, kita harus menyesuaikan impedansi speaker tersebut dengan impendansi yg didukung oleh amplifier nya.Misal: bila amplifier (atau head unit) mendukung impedansi speaker antara 4-8ohm adalah kita wajibmenggunakan speaker menggunakan impedansi minimal 4 ohm.Nominal impedansi speaker lebih kecil dari nilai tersebut akan menghambat amplifier nya. Sementara nominal impedansi lebih akbar, meskipun nir akan merusak tetapi akan membuat amplifier kehilangan power nya.

D.  Frequency Range / Frequency Response Chart

Frequency response adalah spesifikasi kemampuan speaker mereproduksi frekuensi.  Frequency response umumnya dinyatakan dalam range frekuensi, & merupakan faktor pertama yg menentukan kecocokan antara tiap speaker pada sistem kita (Contoh: speaker depan dengan subwoofer).

Seperti kita ketahui beserta, kemampuan telinga manusia merupakan antara 20Hz sampai 20Khz.Sayangnya hampir seluruh speaker (atau semua?) yang ada waktu ini nir sanggup mereproduksi range frekuensi tersebut secara eksklusif. Oleh karena itu kita membutuhkan beberapa speaker hingga seluruh range frekuensi tersebut bisa dimainkan di sistem kita.Moral of the story: pastikan semua speaker yg terpasang disistem kita pada akhirnya dapat mengcover range frekuensi 20Hz hingga 20Khz.

Berikut merupakan acuan singkat bagaimana menentukan frequency response speaker.

Home audio:1. Speaker depan, speaker surround, speaker center. Batas bawah: 80Hz. Batas atas: 20Khz.dua. Subwoofer. Batas bawah: 20Hz. Batas atas: 120Hz.

Car audio:1. Midbass/Woofer. Batas bawah: 80Hz. Batas atas: 300Hz buat 3 way & 5000Hz buat 2 way.2. Midrange (buat 3 way). Batas bawah: 200Hz. Batas atas: 5000Hz.tiga. Tweeter. Batas bawah: 2Khz. Batas atas: 20Khz.

Batas bawah bisa lebih kecil daripada acuan diatas – berarti lebih baik.Begitu juga dengan batas atas yg lebih tinggi daripada acuan diatas – berarti lebih baik.

Bagaimana bila speaker pilihan kita nir masuk acuan diatas? Tidak perlu terlalu risau. Frequency response hanya mendeskripsikan secara general saja. Mungkin memang akan diperlukan speaker lain buat mengcover kekurangan tersebut.

Hal yg penting merupakan: frequency response saja tidak cukup buat mengetahui kualitas bunyi yg akan didapatkan.

Untuk mengetahui kualitas bunyi yg mampu dihasilkan sang sebuah speaker kita perlu melihat frequency response chart yang lebih lebih jelasnya.

Kita bahas lebih lebih jelasnya pada tulisan selanjutnya ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *