12 Syarat Mendirikan Perseroan Terbatas (pt) – Syarat Generik Dan Formal – Dosenekonomi.com

Dunia ekonomi tidak pernah tanggal menurut dunia bisnis. Karena yg menggerakkan & menumbuh kembangkan perekonomian merupakan entitas-entitas bisnis. Salah satunya entitas usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yg merupakan bagian berdasarkan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Perseroan Terbatas ini semakin banyak & berkembang pesat pada beberapa tahun terakhir. Banyaknya kelebihan misalnya kemudahan pada memperoleh dana kapital menurut penJasa Pendirian PT Jakarta jualan saham mengakibatkan PT merupakan pilihan bentuk bisnis yang banyak diincar sang masyarakat. (Baca Juga: Peran BUMS , Perbedaan CV dan PT)

Tetapi buat mendirikan sebuah PT tidaklah mudah & cenderung rumit. Banyak persyaratan yang wajibdipenuhi sang pemilik perusahaan. Untuk detail, berikut akan kita bahas apa persyaratan & bagaimana cara mendirikan Perseroan Terbatas (PT). (Baca juga : Kebijakan Ekonomi Mikro , Pendekatan Marginal Utility)

Pengertian Perseroan Terbatas (PT)

Sebelum mengurai cara pendiriannya, akan lebih baik apabila kita kupas sedikit mengenai apa itu PT.

Perseroan Terbatas (PT) atau Naamloze Vennotschap pada bahasa Belanda, adalah Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yang berbadan hukum menggunakan kepemilikan kapital berupa saham dan atau obligasi pada mana kuasa & hak pemilik kapital menurut saham yg dimiliki. Modal saham atau obligasi tadi bisa diperjualbelikan secara bebas. Sehingga perubahan struktur kepemilikan kapital perusahaan bisa dilakukan dengan bebas pula tanpa harus membubarkan perusahaan. Saham atau pun obligasi merupakan bukti kepemilikan perusahaan, di mana setiap 1 orang pemegang saham bisa mempunyai lebih berdasarkan 1 saham atau sanggup jua sekaligus mempunyai obligasi. (Baca Juga: Ciri Ciri BUMN , Fungsi Ekonomi Pasar Modal)

Saham merupakan surat berharga sebagai bukti kepemilikan PT yang mempunyai imbalan jasa berupa dividen. Dividen merupakan bagian laba yang diterima oleh pemilik saham dengan nilai nominal dividen sesuai akbar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan atau sinkron menggunakan kebijakan yang sudah ditetapkan. (Baca jua : Fungsi Ekonomi Pembangunan , Fungsi Produksi pada Perusahaan)

Obligasi adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikan PT dengan imbalan jasa berupa bunga. Pembagian laba berupa bunga tersebut akan bernilai tetap tanpa memedulikan apakah PT memperoleh keuntungan atau pun mengalami kerugian.

Besar kapital PT tercantum pada aturan dasar. Salah satu kelebihan PT yaitu harta pribadi pemilik perusahaan terpisah menurut harta perusahaan lantaran kuasa & tanggung jawab pemilik kapital yg terbatas. Sehingga bila perusahaan mempunyai utang yang melebihi nilai harta perusahaan, maka para pemegang saham tidak bertanggung jawab atas kelebihan utang perusahaan tadi. (Baca jua : Jenis Asuransi Kendaraan , Cara Mendapatkan Modal Usaha)Persyaratan Pendirian Peseroan Terbatas (PT)

Menurut Undang-Undang no. 40 tahun 2007, syarat buat mendirikan PT terdiri berdasarkan 2 macam yaitu kondisi umum & kondisi formal. Adapun kondisi-syarat umum tadi diantaranya :Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik saham & pengurus dengan masing-masing minimal sebesar dua orangFoto copy Kartu Keluarga (KK) direktur atau penanggung jawab perusahaanFoto berwarna milik penanggung jawab perusahaan berukuran tiga×4 centimeter sebanyak 2 lbrNomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) penanggung jawab perusahaan (Baca Juga: Jenis Pajak Penghasilan)Foto copy surat-surat kepemilikan perusahaan (surat tanah & sebagainya) atau surat perjanjian sewa perusahaanFoto copy Pajak Bumi & Bangunan (PBB) tahun terakhir sesuai menggunakan domisili perusahaan. (Baca pula : Fungsi Budgeter Pajak)Surat keterangan berdasarkan RT/RW buat perusahaan yang berdomisili di area perumahan atau perkampunganSurat berita domisili dari pengelola gedung apabila perusahaan bertempat tinggal di sebuah gedung perkantoranFoto kantor perusahaan tampak depan dan dalam ruangan yg berisi meja, kursi, unit komputer beserta 1-2 orang karyawanStempel perusahaan. Jika belum mempunyai yg resmi, wajibtelah memiliki stempel ad interim guna mengurus perijinanKantor perusahaan berada di area perkantoran, plaza, atau ruko dan tidak berada pada area pemukiman pendudukSiap dilakukan survei. (Baca pula : Fungsi Produksi dalam Perusahaan)

Sedangkan syarat-kondisi formal pendirian PT adalah sebagai berikut :Pendiri perusahaan minimal dua orang atau lebih (sinkron pasal 7 ayat 1)Masing-masing pendiri perusahaan wajibmerogoh permukaan modal saham, kecuali pada rangka peleburan (sinkron pasal 7 ayat 2 dan tiga)Akta notaris berbahasa Indonesia (Baca Juga: Jenis Jenis Pajak Pusat)Akta pendirian perusahaan wajibdisahkan Menteri Kehakiman, yg lalu diumumkan pada Berita Acar Negara Republik Indonesia (sinkron pasal 7 ayat 4)Perusahaan memiliki minimal 1 orang direktur & 1 orang komisaris sebagai penanggung jawab perusahaan (sesuai pasal 92 ayat 3 & pasal 108 ayat 3)Pemilik saham wajibWarga Negara Indonesia (WNI) atau badan usaha yang didirikan berdasarkan aturan dan perundangan Indonesia, kecuali perusahaan partikelir asingModal dasar perusahaan minimal Rp 50.000.000 menggunakan kapital disetor minimal 25% menurut kapital dasar tadi (sesuai pasal 32 dan 33). (Baca jua : Pasar Oligopsoni )

Yang dimaksud dengan kapital dasar adalah modal yg jumlahnya dicantumkan dalam akta pendirian perusahaan. Modal disetor merupakan kapital berwujud aset non kas yg dimasukkan dalam perusahaan yg lalu digunakan untuk operasional perusahaan.(Baca Juga: Ciri Pasar Modal , Jenis Instrumen Pasar Modal)

Selain modal dasar & kapital disetor, terdapat 2 jenis modal lain pada struktur modal Perseroan Terbatas (PT). yaitu modal yg ditempatkan & modal bayar. Modal yg ditempatkan merupakan kapital yang jumlahnya masih ditangguhkan atau disanggupi buat dimasukkan pada perusahaan, di mana ketika pendirian perusahaan modal tersebut merupakan jumlah yang disertakan oleh pendiri perusahaan. Sedang modal bayar ialah modal yg diwujudkan pada bentuk uang atau kas yang dibayarkan pada perusahaan. (Baca jua : Konsep Pendapatan Nasional , Aspek Hukum Ekonomi Pembangunan)Prosedur Pendirian Perseroan Terbatas (PT)

1. Dalam mendirikan sebuah PT, harus menggunakan akta resmi yg telah dibuat oleh notaris. Di dalam akta tersebut tercantum hal-hal misalnya nama perusahaan, bidang usaha, alamat, jumlah kapital, dan sebagainya. (Baca Juga: Sumber Keuangan Perusahaan, Biaya Pajak Mobil Berbagai Merek)

dua. Selanjutnya akta pendirian resmi tadi wajibdisahkan sang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang dulu bernama Menteri Kehakiman menggunakan memenuhi syarat-kondisi sebagai berikut :Perusahaan nir bertentangan menggunakan ketertiban generik maupun kesusilaanAkta pendirian perusahaan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan undang-undang yg berlakuMinimal modal perusahaan yang ditempatkan dan disetor sebanyak 25% dari kapital dasar. Ketentuan ini sinkron menggunakan Undang-Undang nomor1 tahun 1995 pula Undang-Undang nomor40 tahun 2007. (Baca jua : Fungsi Lembaga Keuangan)

tiga. Setelah memperoleh pengesahan menurut Menteri Hukum & HAM, selanjutnya Menteri Hukum dan HAM memiliki kewajiban buat mengumumkan wacana pendirian Perseroan Terbatas tersebut dalam Berita Acara Negara Republik Indonesia (BNRI) (Baca Juga: Keuntungan Investasi Saham, Teori Perilaku Konsumen & pembuat)

4. Usai diumumkan pada BNRI, maka perusahaan tersebut sudah sah sebagai entitas usaha berbadan hukum dan mampu memulai kegiatan operasionalnya (Baca Juga: Manfaat Ekonomi Manajerial, Peran Ekonomi Mikro Bagi Suatu Perusahaan)

Besar porto pengurusan pendirian Perseroan Terbatas (PT) kurang lebih berkisar Rp 15.000.000 tergantung dari skala usaha perseroan. Biaya tersebut adalah apabila memakai jasa konsultan pihak ketiga. (Baca jua : Fungsi Produksi Jangka Pendek)

Demikian penjelasan mengenai mekanisme Syarat mendirikan Perseroan Terbatas (PT) yang perlu diketahui sang para calon pelaku bisnis khususnya yang ingin berkiprah dalam BUMS berbentuk PT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *