Peran Toilet Training Dalam Konstipasi Pada Anak

Peran Toilet Training Dalam Konstipasi Pada Anak

Masalah gangguan pencernaan pada anak memang biasa terjadi, salah satunya adalah konstipasi. Konstipasi sendiri dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu organik karena ada penyakit dan non-organik atau biasa yang disebut konstipasi fungsional. Walaupun umum terjadi pada anak namun konstipasi sendiri dapat menimbulkan resiko untuk anak yang berbeda-beda, mulai stress psikologis, obesitas, kebiasaan nutrisi yang buruk, hingga menurunnya kesehatan anak secara umum. Beberapa kasus juga dapat timbul masalah sosial anak bahkan depresi karena tingkah anak, selain itu konstipasi juga dapat menimbulkan infeksi saluran kemih. Oleh karena itu bunda perlu memahami langkah-langkah untuk menangani sendiri konstipasi pada anak, selain memberi asupan nutrisi yang tinggi serat bunda dapat melakukan pencegahan dengan toilet training yang akan memberikan dorongan positif untuk anak.

Peran pelatihan menggunakan toilet untuk anak

Dengan pelatihan ini berfungsi untuk meningkatkan kapasitas kandung kemih anak, meningkatkan koordinasi antara kandung kemih dengan otot sphincter dan mengosongkan kandung kemih secara menyeluruh. Selain itu pelatihan ini juga membantu anak memperkuat otot panggulnya. Untuk mencapai semua itu peran orang tua sangat penting dalam memberikan pelatihan pada anak, kapan anak harus berkemih dan buang air besar, kapan anak harus menahan dan mengeluarkan feses. Pelatihan ini menjadi penting karena apabila anak terlambat mempelajarinya dapat menyebabkan konstipasi dan beberapa komplikasi lainnnya.

Metode dan cara pelatihan

Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk melakukan pelatihan menggunakan toilet untuk anak diantaranya adalah Metode Azrin dan foxx. Metode ini dilakukan dengan menyediakan energi positif untuk anak baik dari makanan, minuman, mainan, dan perhatian orang tua. Orang tua tidak memaksakan anak jika terjadi penolakan namun memberikan pengertian untuk menjaga celananya kering dan tidak mengompol dilanjutkan mengajarkan menggunakan toilet menggunakan media boneka, membedakan basah dan kering, mengajarkan cara menurunkan celana dan memakai celana kembali, melakukan pengecekan sebelum tidur dan makan siang dan tidak lupa memberikan pujian kepada anak saat latihan. Metode ini memulai pelatihan toilet training pada usia 18 bulan dengan catatan bahwa anak menunjukkan tanda-tanda tertarik dengan proses latihan.

Bunda harus sangat bersabar dan terus mendukung si kecil dalam melakukan pelatihan menggunakan toilet, karena dukungan dan energi positif dari orang tua akan menstimulasi anak untuk mempermudah proses ini. Pengetahuan tentang toilet training  sangat penting untuk ditingkatkan terutama bagi orang tua untuk mencegah berbagai masalah yang akan timbul berupa konstipasi saat pelatihan, untuk itu bunda dapat mencoba memberikan nutrisi yang baik pada anak dengan produk dari growhappy dan untuk meningkatkan pengetahuan bunda dapat mengunjungi website resmi growhappy karena terdapat berbagai informasi mengenai anak atau klik link berikut ini https://www.growhappy.co.id/artikel/atasi-konstipasi-anak-saat-toilet-training.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *